Selasa, 10 Juni 2014
The Worst Season ?
Maksud saya ini buat klub bola favorit saya, Barcelona. ya dari fakta, prestasi barcelona musim ini adalah yang terburuk sejak 2009 lalu. dari 2008 Liga Champhion minimal semi final, sekarang cuma bisa sampai 8 besar. Copa Del Rey kalah sama madrid, perebutan La Liga kalah sama madrid juga (yang Atleti). dari internal club, nama beken seperti puyol dan valdes pamit keluar akhir musim ini, presiden Rosell mengundurkan diri gara transfer neymar (katanya), Dani Alves bersitegang sama fans sendiri, Messi disiul sindir sama fans sendiri. dan terakhir berita duka kehilangan Tito Villanova menjadi luka yang "sempurna" bagi Barcelona musim ini. Lantas salah siapa ?
Rabu, 25 Desember 2013
Refleksi 2013 !!
Tambah tua, pergantian tahun tambah cepet aja kayaknya. Tapi meskipun terasa cepet, tetep aja 1 tahun terdiri dari 12 bulan dan +- 365 hari dan pasti semua orang punya cerita atau kenangan tersendiri di setiap tahunnya, termasuk saya. Kalo orang di tahun 90an nulis ceritanya di diary, mungkin sekarang saya mulai sedikit lebih maju dengan menulisnya di blog ini. Terkesan alay memang tapi inilah yang namanya proses belajar. semoga dapat diambil hikmahnya
JANUARI
UAS semesteran perdana, dan IP perdana. hasilnya ? Sangat memuaskan
FEBRUARI
motorku yang masih berusia 6 bulan. Hilang. Kecerobohan yang paling fatal.
MARET
meniti kehidupan kampus lewat ITS EXPO, biasanya hanya berkutat di jurusan dan pengaderan.
APRIL
makin fokus ke ITS EXPO, dan sukses. Ada satu momen yang terlewat, pernikahan temen SMA dulu, padahal kami ber-8 dulu sering kerja bareng. sayang sekali.
Senin, 16 September 2013
Inikah Indonesia saat ini ?
Pertanyaan
ini muncul secara tiba-tiba karena 2 bulan terakhir ini sering mendapat cerita
yang bagi saya cukup miris, karena menyangkut moral Indonesia.
Yang
pertama, ini cerita dari ayah saya sendiri. Ketika saya pulang kampung kemarin,
saya sering mengobrol dengan ayah saya di waktu senggang. Salah satu cerita
yang membuat saya tertarik (entah kenapa) adalah ceritanya tentang birokrasi
saat ini di Indonesia. Beliau bilang kalau kata orang-orang tentang begitu
bobroknya birokrasinya di Indonesia itu benar. Korupsi, suap menyuap atau uang
tip seperti sudah membudaya, mentradisi dan sudah menjadi sistem. Memang kita
bisa menahan diri untuk tidak korupsi atau menerima uang suap dari atasan. Tapi
untuk 100 % jujur itu bisa dikatakan mustahil. Ketika kita sudah menjadi
seorang yang professional dan jujur, ada saja yang harus dimanipulasi,
contohnya penggunaan dana BOS ke tiap sekolah, tapi uang tersebut tidak
langsung dari pempus ke sekolah, tapi melalui masing-masing pemda. Jika di
pemda ada oknum yang korupsi akibatnya uang yang cair hanya 80 % dari dana yang
tertera. Dan sialnya, kepala sekolah lah yang harus membuat lagi laporan
tersebut. Belum lagi, para preman yang bertitle LSM mencari-cari kesalahan ke
tiap-tiap sekolah. Meski bukan ancaman, tetap saja mereka meminta uang tip. Di
akhir ceritanya beliau bilang berencana mundur dari kepala sekolah dan kembali
menjadi guru, karena hanya diposisi itu, posisi PNS yang benar-benar mengabdi
pada negara menurutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


